I just want to say..

Temen-temen semua, selamat datang di Blog-q..
Tolong kritik dan sarannya yach..
Jangan lupa komentarnya y...
Aq tunggu..

11 Desember 2008

Lamunan untuk pecinta Indonesia

Saya seringkali menghayal dengan imajinasi yang kadang-kadang melantur atau mungkin malah berfilosofi. Pagi ini ketika saya terkantuk-kantuk mendengar kuliah dari dosen saya, saya malah asyik mengkhayal sambil memandang jendela yang tertutup gorden berwarna entah oranye atau coklat itu. Saya membayangkan melambung keluar dari jendela dan melihat sebuah pohon besar dan lebat yang hijau dan segar, kemudian tiba-tiba saya merasa berada di hutan rimba. Namun lamunan saya terhenti karena dosen saya tiba-tiba melontarkan pertanyaan, tentang objek yang menjadi subyektif atau obyektif, lalu kemudian beliau bercerita tentang negara kami tercinta. Kemudian lamunan saya pun berlanjut…

Saya membayangkan sebuah pohon adalah sebuah Negara. Kemudian hutan adalah dunia, dan tupai adalah Menteri Luar Negeri dan staffnya. Kemungkinan saya dan anda adalah sel, entah itu sel buah sebagai sumber devisa Negara, sel akar sebagai pengolah SDA&SDMnya, ataupun mungkin sel penghasil enzim sebagai ilmuwannya.

Setiap sel memiliki tugasnya masing-masing sesuai dengan penempatannya (seperti halnya ketika kita memilih profesi atau pekerjaan kita). Namun seperti halnya kita, sel-sel ini serupa tapi tak sama (sama-sama manusia tapi memiliki kepribadian berbeda). Masing-masing sel kemungkinan tugasnya bisa saling bertolak belakang, mungkin sekelompok sel yang memiliki tugas yang sama bisa saling menindih satu sama lain (menyebabkan beberapa sel melemah, mati, dan dirombak). Ini adalah hal yang biasa, keteraturan ini akan terus berlangsung untuk kelangsungan hidup pohon ini sendiri. Kita sebagai sel yang harus berjuang menghadapi teman-teman ’seperguruan’ dan harus menghadapi sel lain yang menghalangi tugas kita, tidak selayaknya mengeluh dan menyerah. Karena, proses seperti ini diperlukan untuk pohon (negara) yang sedang berkembang. Jika kita menyerah, kita memberikan kerugian pada negara dengan tidak mendukung pohon untuk tubuh namun mendukung pohon untuk mati.

Jika gagasan cemerlang anda ditolak (beberapa orang memang sedang tidak ingin menggunakan otaknya untuk berpikir, karena mereka lebih suka menolak gagasan orang lain dan menggantinya dengan gagasan miliknya yang mungkin lebih buruk lagi), maka terima saja dengan tersenyum dan bayangkanlah bahwa suatu hari nanti dia akan mencari anda (sambil menangis, bersujud, dan merajuk) untuk membantunya menjalankan perusahaan atau departemen tempat anda bekerja. Sebagai sel (kembali melamun), anda harus terus berproduksi, berperan, dan memberikan kontribusi pada negara. Jika tidak, anda mungkin akan mati sia-sia (saya sama sekali tidak berniat mendoakan) tanpa pernah merasa bangga telah melakukan sesuatu bagi negeri tercinta kita, Indonesia.

Lalu bagaimana dengan pengangguran (ini merupakan kelanjutan lamunan saya)?? Menurut saya, sel yang tidak melakukan tugas apapun untuk membantu kelangsungan hidup pohon tersebut disebut sel kanker. Sel kanker akan selalu berkembang biak dengan cepat, namun tidak bermakna, malah bersifat menghancurkan. Saya harap anda bukan salah satu dari mereka.

Kemudian, koruptor adlah parasit. Biasanya dia dianggap penting oleh sel-sel lain, karena tugasnya lebih tinggi daripada sel-sel lain, yaitu melakukan, mendukung, melegalkan, dan mencintai PERAMPASAN. Tentu, beberapa atau semua sel tak begitu mengerti apakah sel-sel dari parasit ini berada pada pihak mereka atau tidak. (selain itu sel parasit terlihat lebih gemuk diantara sel lain, beberapa sel pasti iri dan ingin seperti dia) Saya rasa mereka terlalu sibuk dan bersemangat untukmembangun pohon mereka. Apalagi sumber devisa (buah) belum sempurna, banyak sel yang kelaparan, dan akarnya masih terlalu kecil.(kalah besar dengan parasitnya, sungguh memprihatinkan)

Oh, ya.. Anda mungkin bertanya-tanya, mengapa penghuni pohon merupakan Menteri Luar Negeri dan staffnya (hanya imajinasi). Penghuni pohon seperti tupai akan saling berinteraksi dengan sesamanya sambil membawa oleh-oleh (sumber devisa atau buah) dan dipamerkan agar negeri lain mau datang untuk berinvestasi atau mengadakan perjanjian dagang dengan kita. Kelau buahnya tidak enak atau kurang besar, jangan salahkan bajing kalau akhirnya dia pulang dengan tangan hampa.

Menurut anda saya berlebihan?? Hei ini hanya sebuah imajinasi...
Jika menurut anda imajinasi anda lebih baik, ceritakanlah...

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar